Mengapa Saya Masuk Departemen ITP?

Posted by racheli09 on December 14, 2010 in Uncategorized |

Mengapa saya masuk departemen ITP?

Kadang-kadang saya sering bertanya-tanya, apa gerangan yang membuat saya masuk departemen seperti ini? Jujur saja, jurusan ini luar biasa unik, karena jarang ditemukan di universitas-universitas lain. Oleh karena itu, saya awalnya sama sekali buta tentang jurusan ini.

Pada masa-masa perjuangan kelas XII SMA yang penuh kemelut karena tak kunjung-kunjung lulus ujian masuk Universitas X, Y, dan Z, saya menemukan sebuah berita mengenai Ujian Talenta Mandiri IPB dari guru Bimbingan Konseling saya. Saya pikir peribahasa tentang menembak beribu-ribu pasti kena satu itu ada benarnya. Saya sudah melakukan seluruh daya upaya untuk diterima di salah satu universitas negeri, tapi tak kunjung lulus. Maka, saya pikir, sesuai dengan peribahasa di atas, sekalian saja saya ikut ujian semua universitas negeri terbaik di Indonesia, siapa tahu ada yang mau menerima saya yang hina ini. Saya hanya ingin kuliah di universitas negeri, karena jika saya harus kuliah di universitas swasta, mungkin bukan hanya tulang yang akan dibanting orang tua saya, tapi saya sendiri yang akan dibanting. (lihat artikel ini)

Sewaktu saya hendak memilih jurusan, saya bimbang. Saya ingin masuk Departemen Ilmu Gizi. Pilihan kedua bisa belakangan. Tapi, ayah saya hanya berdecak dan berkata, “Kalau mau tembak, tembak yang paling susah dulu! Pilihan kedua bisa belakangan!” Maka, terjadilah argumentasi antara ayah dan anak. Karena saat itu kuota Departemen ITP hanya 2 orang, sementara Ilmu Gizi 5 orang, saya pun pede memilih ITP sebagai pilihan pertama saya. Saya lagi-lagi berpikir, hanya 2 orang ini, lagipula mana mungkin saya, yang tidak lulus-lulus universitas manapun, bisa masuk? Lagipula, apa itu ITP? Saya kurang mengerti. Tanpa dosa, saya mengumpulkan formulir pendaftaran dan berharap bisa lulus di Ilmu Gizi saja.

Ternyata!! Saya nyantol di pilihan pertama alias ITP!! Bumi gonjang-ganjing!! Ini semua berkat wejangan ayah saya! Luar biasa!!

Dengan terseok-seok, saya pun terpaksa masuk ITP. Saya pikir, apa maunya Tuhan masukkan saya ke sini? Saya kembali tidak mengerti.

Akhirnya, saya terdampar di ITP selama 1,5 tahun (1 tahun di TPB, dan baru 6 bulan di ITP). Saya menunggu semedi saya dijawab oleh Tuhan. Sewaktu masa orientasi masuk departemen, semua orang gembar-gembor tentang pengakuan internasional Ilmu dan Teknologi Pangan IPB oleh IFT. Dosen-dosen terlihat sangat bahagia. Saya sendiri sebetulnya kurang mengerti. Namun, menurut penjelasan para dosen, hal ini jelas merupakan keuntungan bagi civitas ITP IPB. Saya pribadi belum merasakan keuntungannya saat ini, tapi yang namanya keuntungan harus disyukuri. Saya pun bersyukur atas pengakuan itu, kecuali untuk slide-slide kuliahnya yang akhirnya menggunakan bahasa Inggris karena pengakuan internasional itu.

Kemudian, pada bulan-bulan berikutnya setelah masuk, saya mengikuti suatu seminar yang diadakan oleh HIMITEPA, yaitu seminar Access. Melalui seminar itu, saya menyadari bahwa prospek kerja seorang food scientist sangatlah luas.

Demikianlah, alasan saya masuk departemen ITP memang sungguh sangat simpel. Bukan karena saya kepingin sampai guling-guling, apalagi sampai nyogok. Bukan juga karena ayah saya yang kepingin sampai guling-guling. Alasannya sangat sepele: karena Tuhan memang sudah masukkan saya ke tempat ini.

Masalahnya, mengapa Tuhan masukkan saya ke tempat ini?

Sampai saat ini, semedi saya belum sepenuhnya terjawab. Tapi, saya yakin suatu saat pertanyaan ini akan dijawab oleh Tuhan.

*maaf, Pak. Saya curhat*

Copyright © 2010-2014 racheli09's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.3, from BuyNowShop.com.